Thursday, February 28, 2019
Tangga
Bila harus memanjat untuk meraih sesuatu yang kita inginkan, jangan pernah sekalipun menjadikan orang lain sebagai anak tangga.
Nikmatilah Kesengsaraan
Banyak sudah cerita orang sukses yg dimulai dari keprihatinan hidup dimasa lalu.Ketabahan adalah kemampuan menikmati kesengsaraan yang ada.karena sikap itu akan menjadikan manusia yang ulet teguh dan krratif
Jangan Mengeluh
Berhentilah mengeluh tentang apapun yang menimpamu dalam hidup…Karena mengeluh tidak mengubah apapun kecuali kian menambah gelap pikiran anda dan menjauhkannya dari menemukan jalan keluar.
Antara Cinta dan Benci
Cinta dan benci itu seperti sekeping uang logam dengan dua sisi, bisa berubah kapan saja dan karena apa saja. Saat mencinta seakan2 rela menyerahkan jiwa raga, saat membenci, seolah ingin menghilangkannya dari muka bumi..
Maka, jangan perturutkan hawa nafsumu.. Tapi gunakan akalmu.
Karena itu yg membedakanmu dengan makhluk lain di muka bumi..
Maka, jangan perturutkan hawa nafsumu.. Tapi gunakan akalmu.
Karena itu yg membedakanmu dengan makhluk lain di muka bumi..
NYARIS
Ketika seseorang merenangi arus sungai, dan menjelang sisi seberang gagal menggapai tepian, maka nasibnya sama saja dengan yang langsung hanyut sesaat setelah terjun. Ia hanya dikenang sebagai orang yang NYARIS selamat, namun tetap saja celaka. Maka jangan pernah berhenti di titik NYARIS itu.
Open Mind
Orang yang pikirannya tertutup cenderung kaku, memaksakan kehendak, pemarah dan sulit menyeimbangkan diri dengan orang lain…
Orang yang pikirannya terbuka cenderung berempati, toleransi, fleksibel pada hal baru, dan mudah menyeimbangkan diri dengan orang lain.
Mereka akan membuat nyaman lingkungannya…Mereka juga lebih menarik dan bijaksana….
Orang yang pikirannya terbuka cenderung berempati, toleransi, fleksibel pada hal baru, dan mudah menyeimbangkan diri dengan orang lain.
Mereka akan membuat nyaman lingkungannya…Mereka juga lebih menarik dan bijaksana….
Let’s open our mind…World will smile to us…
Berani Mencoba
Tidak selamanya kita bersama orang lain untuk minta bantuan saat menghadapi permasalahan yang memerlukan pemecahan…Pada saat itu pilihannya hanya berani mencoba memecahkan masalah atau tidak. Pilihan untuk tidak berani mencoba memiliki satu konsekuensi pasti: kandas dan terlindas permasalahan. Adapun pilihan yang lain memiliki dua kemungkinan: berhasil atau gagal.
Bila berhasil maka kita meraih kejayaan, dan jika gagal kita setidaknya memperoleh pengalaman.
Bila berhasil maka kita meraih kejayaan, dan jika gagal kita setidaknya memperoleh pengalaman.
Focus
Sebut saja namanya Pak Sugal.
Suatu ketika dulu, saat penduduk di kampungnya belum berpikir tentang pentingnya asupan gizi yang cukup, ia membuat peternakan ayam. Bukan sekadar memelihara anak ayam untuk kemudian setelah beberapa bulan dipanen dagingnya, atau memelihara untuk diambil telurnya, ia juga membuat penetasan telur untuk mensuplai bibit. Pendek kata Pak Sugal menangani budidaya ayam mulai dari telur sampai kembali ke telur.
Usaha ternak ayam Pak Sugal tampaknya cukup berhasil. Jumlah ayam di kandangnya mencapai ratusan ekor. Penjualannya juga tidak repot. Pak Sugal tak perlu menjajakan sendiri. Seminggu sekali pengepul ayam datang membeli.
Di tengah usaha ternak ayamnya yang mulai menampakkan arah keberhasilan, entah apa alasannya, Pak Sugal membeli perlengkapan alat pertukangan. Ia membuka usaha mebel. Tetapi ternyata untuk usaha ini diperlukan tempat yang luas. Maka kandang ayamnya diubah fungsi, dan itu artinya peternakan ayam harus tutup.
Di bisnis mebel ini Pak Sugal menerima banyak pesanan. Sayang ia terkendala pasokan bahan baku. Kayu sulit didapat karena maraknya pemberantasan illegal logging. Pak Sugal seakan hanya melihat fatamorgana. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa usaha ini tak bisa diteruskan. Semua mesin dan peralatan pertukangan dijual. Dengan harga murah tentu saja.
Uang hasil penjualan mesin dan alat pertukangan itu kemudian digunakan untuk membuat kolam ikan mas. Tak tahu dari mana ia mendapat ide buat kolam itu. Tempatnya dimana lagi, kalau bukan di bekas kandang ayam yang belakangan dijadikan tempat usaha mebel.
Ayam kandas, mebel pun tamat. Kolam ikan mas pun ternyata bernasib sama. Belum sampai sebulan sejak benih ikan ditabur, Pak Sugal berubah pikiran. Kali ini kakao yang mengguncang minatnya. Kolam ditimbun kembali. Di atasnya ditanam kakao.
Begitulah, Pak Sugal beralih dari satu usaha ke usaha lain tanpa satupun pernah benar-benar ditekuni. Ia tak pernah fokus pada tujuan dari setiap pekerjaannya. Akibatnya tak satupun dari usahanya itu yang mengantarkannya pada titik sukses
Suatu ketika dulu, saat penduduk di kampungnya belum berpikir tentang pentingnya asupan gizi yang cukup, ia membuat peternakan ayam. Bukan sekadar memelihara anak ayam untuk kemudian setelah beberapa bulan dipanen dagingnya, atau memelihara untuk diambil telurnya, ia juga membuat penetasan telur untuk mensuplai bibit. Pendek kata Pak Sugal menangani budidaya ayam mulai dari telur sampai kembali ke telur.
Usaha ternak ayam Pak Sugal tampaknya cukup berhasil. Jumlah ayam di kandangnya mencapai ratusan ekor. Penjualannya juga tidak repot. Pak Sugal tak perlu menjajakan sendiri. Seminggu sekali pengepul ayam datang membeli.
Di tengah usaha ternak ayamnya yang mulai menampakkan arah keberhasilan, entah apa alasannya, Pak Sugal membeli perlengkapan alat pertukangan. Ia membuka usaha mebel. Tetapi ternyata untuk usaha ini diperlukan tempat yang luas. Maka kandang ayamnya diubah fungsi, dan itu artinya peternakan ayam harus tutup.
Di bisnis mebel ini Pak Sugal menerima banyak pesanan. Sayang ia terkendala pasokan bahan baku. Kayu sulit didapat karena maraknya pemberantasan illegal logging. Pak Sugal seakan hanya melihat fatamorgana. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa usaha ini tak bisa diteruskan. Semua mesin dan peralatan pertukangan dijual. Dengan harga murah tentu saja.
Uang hasil penjualan mesin dan alat pertukangan itu kemudian digunakan untuk membuat kolam ikan mas. Tak tahu dari mana ia mendapat ide buat kolam itu. Tempatnya dimana lagi, kalau bukan di bekas kandang ayam yang belakangan dijadikan tempat usaha mebel.
Ayam kandas, mebel pun tamat. Kolam ikan mas pun ternyata bernasib sama. Belum sampai sebulan sejak benih ikan ditabur, Pak Sugal berubah pikiran. Kali ini kakao yang mengguncang minatnya. Kolam ditimbun kembali. Di atasnya ditanam kakao.
Begitulah, Pak Sugal beralih dari satu usaha ke usaha lain tanpa satupun pernah benar-benar ditekuni. Ia tak pernah fokus pada tujuan dari setiap pekerjaannya. Akibatnya tak satupun dari usahanya itu yang mengantarkannya pada titik sukses
Memulai Membangun Bisnis atau Menjadi Karyawan?
Pada gambar di samping menunjukkan bagaimana seorang karyawan yang dengan runtinitasnya melakukan pekerjaannya setiap hari. Mengulang terus pekerjaannya setiap hari selama bertahun-tahun melakukan hal yang sama. Apalagi seorang tenaga fungsional yang tidak akan naik jabatan misal seorang teknisi memperbaiki mesin di perusahaan kecil. Lari di tempat tanpa ada kenaikan pangkat dan jabatan. Seperti seorang Polisi yang terus di Kantor Polisi Sektor. Tidak kemana-mana sampai tua.
Gambar di samping juga ada seorang start up dengan beban yang berat mencoba mendaki kesuksesan. Untuk mencapai puncak kesuksesan baik itu sebagai start up memulai bisnis atau mendaki jabatan di sebuah perusahaan besar atau bahkan sebagai pejabat pemerintah memang tidaklah mudah. Seorang Polisi muda Lulusan Akademi Kepolisian akan berlomba-lomba untuk menjadi seorang kapolri. Kesuksesan paling tinggi di Kepolisian tentunya. Hal itu diperlukan fokus, untuk terus mencapai tujuan dan menahan beban yang berat, atau anda akan berputar terus lari di tempat.
Memulai bisnis dan menjadikan bisnis itu berhasil atau bekerja pada sebuah institusi dan menjadi pucuk pimpinan memang adalah sebuah kesuksesan yang diinginkan banyak orang.
Bahkan banyak pula yang sebelumnya karyawan kemudian berpikir untuk beralih menjadi seorang start up dan membangun bisnisnya, memulai dengan self employee (wirausaha) dan membangun bisnis yang besar (Corporation/Perusahaan Besar).
Mempi seorang bisnis online adalah membangun perusahaan sekelas detik.com atau tokopedia.com, atau kita sekedar jualan online menjadi seller di Marketplace.
Kita tetap memerlukan skill dan kadang kita juga tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus mengerti bahwa menjalankan bisnis/usaha bukanlah pekerjaan semalam, melainkan komitmen jangka panjang dimana akan memerlukan kerja keras, skill, waktu, modal/uang, dan lain-lain. Anda merasa merealisasikan ide akan membutuhkan skill-skill yang berada diluar kemampuan Anda, seperti marketing, desain, sales, public relation, research dan sebagainya. Hanya sedikit dari kita yang mampu melakukan semuanya sendirian, Anda tetap butuh bantuan dari orang lain, baik itu investor maupun karyawan yang memiliki skill tinggi.
Kita memerlukan marketing yang hebat, kita memerlukan teknisi yang hebat dan kita memerlukan modal yang besar. Pengusaha sukses adalah pengusaha yang bisa mengumpulkan modal baik itu dari bank, maupun penanam modal, bahkan perusahaan listing di Pasar modal. Memiliki karyawan yang tangguh, merk yang laris. itulah pengusaha yang sukses.
Untuk menjadi Pejabat Puncak kita juga perlu banyak mengikuti pelatihan-pelatihan sehingga kita tidak merasa cukup menjadi Kapolda saja misalnya. KIta terus fokus untuk menjadi orang nomor satu. Terus sekolah S2 bahkan S3 sehingga bisa menjadi Dirjen Postel.
Semua puluang untuk mendapatkan Kehidupan dan Kesuksesan Hidup itu ada. Bahkan Bisa menyekolahkan anaknya menjadi Sarjana dari Universitas terkenal adalah sebuah kesuksesan.
Kami berkomitmen untuk meningkatkan skill komunitas dalam bisnis online maupun offline. www.motivasionline.com
Subscribe to:
Comments (Atom)